Seorang tabi’in, Salamah bin Dinar (Abu Hazim) pernah ditanya oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, semoga Allah merahmati keduanya:
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sirah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Sirah. Tampilkan semua postingan
16 Maret 2016
01 Maret 2016
Kami Namai Anak Kami Untuk Para Musuh
Para orang tua akan berusaha memberikan nama terbaik bagi buah hati mereka. Sampai-sampai ada buku khusus yang hanya berisi nama-nama. Buku itu dibuat agar para orang tua mudah memilihkan nama yang mulia. Hal ini berlaku sedari dulu, kecuali di masyarakat Arab jahiliyah.
23 Februari 2016
Qutaibah bin Muslim al-Bahili: Kesetaraan Dalam Islam
Kisah Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu begitu melegenda. 15 abad lalu, seorang Afrika, berkulit hitam, dan nasab non Arab diangkat derajatnya oleh Islam. Ia menjadi sahabat dekat manusia terbaik yang pernah ada, Rasulullah ﷺ. Ia pula menjadi muadzinnya kaum muslimin. Islam mengenalkan pada dunia arti sebuah kesetaraan.
21 Februari 2016
Abbas Bin Firnas: Sang Penerbang Pertama
Banyak bukti sejarah baik tertulis atau relief, yang menegaskan bahwa selama berabad-abad umat Islam menjadi role model perabadan dunia. Di antaranya adalah ada seorang ilmuan Islam melakukan riset tentang dunia penerbangan. Apa yang ilmuan Islam lakukan pada masa itu adalah terobosan dan eksplorasi pertama dalam dunia kedirgantaraan.
19 Februari 2016
Ustadz Budi Ashari: Pemimpin Berfirasat
Umar bin Khattab salah satu tokoh pemimpin terbesar dunia. Abu Bakar di balik pemunculan namanya dan kemudian kebesarannya. Yang sering kita katakan, Abu Bakar memang orang amanah, cerdas, sholeh, sehingga tepat memilih orang. Memang benar.. Tapi....
17 Februari 2016
Ummul Mukminin Maimunah, Wanita Terakhir Yang Dinikahi Rasulullah
Allah ﷻ berfirman,
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS Al-Ahzab ayat 6).
النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS Al-Ahzab ayat 6).
14 Februari 2016
George Bin Todzira Hidayah Di Medan Perang
Memang hidayah itu istimewa. Ia mahal dan berharga. Kedudukan dan status sosial bukanlah ukuran mendapatkannya. Gelimang harta bukanlah sarana bisa mendapatkannya. Terkadang, ia pun datang di saat yang tak disangka. Ia datang di saat yang menyerunya mungkin sudah putus asa. Ia datang, kadang di saat musibah. Dan ia datang ketika permusuhan sudah mencapai puncaknya.
12 Februari 2016
Abu Lahab: Punya Segalanya Tapi Tak Bermanfaat Untuknya
Paman Nabi ﷺ yang hidup di masa kerasulan ada empat orang. Dua orang beriman kepada risalah Islam dan dua lainnya kufur bahkan menentang. Dua orang yang beriman adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu ‘anhuma. Satu orang menolong dan menjaganya, tidak menentang dakwahnya, namun ia tidak menerima agama Islam yang beliau bawa. Di adalah Abu Thalib bin Abdul Muthalib. Dan yang keempat adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Ia menentang dan memusuhui keponakannya. Bahkan menjadi tokoh orang-orang musyrik yang memerangi beliau ﷺ.
01 Juni 2015
Saat Umat Islam Membalas
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du. Tulisan kali ini mengambil judul "Pembalasan Umat Islam". Ide didapat dari kajian Shaykh Zahir Mahmood.
Langganan:
Postingan (Atom)